Ucok Dan Tokoh Adat kunjungi Polda Maluku. Kapolda: Kami Akan Gerakan Polres Buru. 
Kepala Biro Buru
25 Nov 2021 18:40 WIT

Ucok Dan Tokoh Adat kunjungi Polda Maluku. Kapolda: Kami Akan Gerakan Polres Buru. 

Liputan.Buru-- Sejumlah tokoh adat datang menghadap Kapolda Maluku. Irjen Pol Drs Refdi Andri M.Si, Mereka menyampaikan rasa prihatin terhadap pencemaran lingkungan yang sudah terjadi, di sungai Anahoni, dari bahan kimia. 

Hal itu disampaikan sejumlah tokoh adat Pulau Buru di ruang kerjanya, Markas Polda Maluku, Kota Ambon, Kamis (25/11/2021). 

Para tokoh adat di Pulau Buru juga menyatakan sikap mendukung semua proses penataan dan regulasi yang dilakukan Pemerintah terhadap Gunung Botak ke depan.

Kemudian, Kepala Kepolisian Daerah Maluku Irjen Pol Drs Refdi Andri M.Si, Merespon serta juga berharap agar tokoh adat di Kabupaten Buru juga bisa bekerja sama dalam membenahi kawasan tambang emas di Gunung Botak dari pencemaran lingkungan. 

Mengenai pencemaran lingkungan akibat pengelolaan emas secara ilegal dengan menggunakan bahan kimia, Kapolda berjanji akan menggerakkan Polres Pulau Buru untuk melakukan tindakan kepolisian. 

"Kita akan gerakan Polres Pulau Buru untuk menindak mereka yang melakukan tindakan pencemaran di kawasan Gunung Botak dan sungai Anahoni saat ini, olehnya itu kami meminta dukungan dari semua tokoh adat yang ada," pintanya. 

Kapolda juga mengatakan persoalan Gunung Botak tetap menjadi tanggung jawab kita bersama, Namun pihak tokoh Adat juga harus menjaga kerjasama yang baik antara aparat dan tokoh Adat di pulau Buru. 

"Olehnya itu kami harap Gunung Botak dapat dikelola dengan baik karena apabila salah dalam pengelolaannya maka dampak buruknya akan dirasakan oleh anak cucu kita dikemudian hari," ingatnya. 

Selain itu, Jenderal bintang 2 Polri di Maluku ini, menyampaikan walaupun masih terdapat sejumlah oknum masyarakat yang diam-diam melakukan pengolahan emas secara ilegal. Bahkan mereka nekat menggunakan bahan kimia yang dapat merusak lingkungan dan sangat mengancam kesehatan masyarakat ini perlu ada tindakan. 

"Walaupun kita tau bersama masih ada juga oknum yang main kucing-kucingan untuk mencari keuntungan pribadi dengan menambang emas menggunakan bahan cianida yang merupakan zat berbahaya," ujarnya. 

Dapatkan sekarang

Liputan Buru, Ringan dan cepat
0 Disukai
Jelajahi Orang
Kayum Ely
9 bulan
Redaksi
2 bulan
Ibrahim
1 tahun